SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
SIKLUS PENDAPATAN
SITI MAESAROH
12320119
UNIVERSITAS TAMA JAGAKARSA
JAKARTA
2014
Kata Pengantar
Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah
memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah mata kuliah “SISTEM INFORMASI
AKUNTANSI” yang berjudul SIKLUS PENDAPATAN. Kemudian shalawat serta salam kita
sampaikan kepada nabi kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup
yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan ummat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah “SISTEM
INFORMASI AKUNTANSI” di program studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas
Tama Jagakarsa. Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada Bapak Sakeus Tarigan selaku dosen mata kuliah “SISTEM INFORMASI AKUNTANSI” dan
kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama
penulisan makalah ini.
Akhirnya saya berharap, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita
semua.
Jakarta, Desember 2014
Siti Maesaroh
Daftar Isi
Kata Pengantar…………………………………………………………………………………………………………
Bab I Pendahuluan…………………………………………………………………………………………………….
Bab II Pembahasan……………………………………………………………………………………………………
Bab III Penutup…………………………………………………………………………………………………………..
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………………….......
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang
Sistem Informasi Akuntansi adalah Aktivitas
kita sehari-hari tidak lepas dengan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan
perekonomian, seperti layaknya jual beli, bisnis, tagihan, utang-piutang,dan sebagainya.
Ada beberapa istilah dalam bidang ekonomi, salah satu yang akan kami bahas
adalah masalah Siklus Pendapatan. Siklus itu sendiri merupakan suatu rangkaian
yang saling terkait, sehingga siklus pendapatan dapat diartikan sebagai
rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus
berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan. Di zaman modern
ini, sudah banyak manusia juga beberapa perusahaan yang dituntut untuk
mengetahui bahkan menerapkan bagaimana cara mengatur penyediaan barang atau
jasa pada waktu dan tempat yang tepat.
Mengingat masalah itu kami akan mencoba membahas mengenai cara, manfaat, tujuan, hingga pengendalian masalah dalam menerapkan siklus pendapatan pada makalah ini.
Mengingat masalah itu kami akan mencoba membahas mengenai cara, manfaat, tujuan, hingga pengendalian masalah dalam menerapkan siklus pendapatan pada makalah ini.
1.2 Ruang
Lingkup Makalah
Ruang lingkup makalah yang saya buat
adalah sebatas siklus pendapatan
1.
Apa yang dimaksud dengan siklus pendapatan ?
2. Apa sajakah yang menjadi aktivitas dasar dalam siklus pendapatan?
3. Apa tujuan utama dari siklus pendapatan ?
4. Bagaimana pengendalian masalah siklus pendapatan ?
5. Bagaimana model data siklus pendapatan ?
2. Apa sajakah yang menjadi aktivitas dasar dalam siklus pendapatan?
3. Apa tujuan utama dari siklus pendapatan ?
4. Bagaimana pengendalian masalah siklus pendapatan ?
5. Bagaimana model data siklus pendapatan ?
1.3 Tujuan dan
Manfaat Pembuatan Makalah
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah Tugas Akhir Semester dari
mata kuliah Sistem Informasi akuntansi
Manfaat :
-
Mengetahui tentang pengertian Siklus
Pendapatan
-
Mengetahui aktivitas-aktivitas siklus
pendapatan
-
Mengetahui tujuan siklus pendapatan
Bab
II
Pembahasan
a. Pengertian
Siklus Pendapatan
Siklus adalah
rangkaian dua komponen atau lebih yang saling berhubungan dan berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan. Adapun siklus pendapatan adalah pertukaran
langsung dari produk akhir dan jasa menjadi suatu kas dalam satu kali transaksi
antara penjual dan pembeli. Sedangkan menurut Romney & Steinbert, Siklus
pendapatan (revenue cycle) adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan
pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan
jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan
tersebut.
b. Tujuan Siklus Pendapatan
Tujuan
utama siklus pendapatan adalah untuk menyediakan produk yang tepat di tempat
dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai. Untuk dapat mencapai tujuan ini,
pihak manajemen harus membuat beberapa keputusan penting antaralain :
• Mengetahui sejauh mana produk dapat dan harus disesuaikan dengan tiap kebutuhan dan keinginan pelanggan.
• Mengontrol banyak persediaan yang harus dimiliki dan tempat untuk persediaan tersebut.
• Menggunakan cara yang tepat dalam mengirimkan barang dagangan kepada para pelanggan.
• Menentukan banyaknya kredit yang seharusnya diberikan ke tiap pelanggan.
• Menentukan syarat-syarat kredit yang seharusnya diberikan kepada pelanggan.
• Menentukan cara pembayaran pelanggan sehingga dapat diproses untuk memaksimalkan arus kas.
c. Aktivitas – Aktivitas Bisnis dalam Siklus Pendapatan
• Mengetahui sejauh mana produk dapat dan harus disesuaikan dengan tiap kebutuhan dan keinginan pelanggan.
• Mengontrol banyak persediaan yang harus dimiliki dan tempat untuk persediaan tersebut.
• Menggunakan cara yang tepat dalam mengirimkan barang dagangan kepada para pelanggan.
• Menentukan banyaknya kredit yang seharusnya diberikan ke tiap pelanggan.
• Menentukan syarat-syarat kredit yang seharusnya diberikan kepada pelanggan.
• Menentukan cara pembayaran pelanggan sehingga dapat diproses untuk memaksimalkan arus kas.
c. Aktivitas – Aktivitas Bisnis dalam Siklus Pendapatan
Ada empat
aktivitas dasar dasar bisnis dalam siklus pendapatan:
1.
Penerimaan
Pesanan dari Pelanggan
Siklus pendapatan
dimulai dari penerimaan pesanan dari para pelanggan. Departemen bagian pesanan
penjualan, melakukan proses memasukkan pesanan penjualan. Dokumen yang dibuat
dalam proses memasukkan pesanan penjualan (sales order). Proses memasukkan
pesanan penjualan mencakup tiga tahap :
· Mengambil
pesanan dari pelanggan
· Memeriksa dan
menyetujui kredit dari pelanggan
· Serta memeriksa
ketersediaan persediaan
2.
Pengiriman Barang
Pengambilan dan
Pengepakan pesananan Kartu pengambilan barang yang dicetak sesuai dengan entri
pesanan penjualan akan memicu proses pengmbilan dan pengepakan. Pengiriman
pesanan Departemen pengiriman membandingkan perhitungan fisik persediaan dengan
jumlah yang ditunjukan dalam kartu pengambilan barang dan dengan jumlah yang
ditunjukan dalam salinan pesanan penjualan yang dikirim secara langsung ke
bagian pengiriman dari entri pesanan penjualan.
3.
Penagihan dalam
Piutang Usaha
Penagihan Dokumen
dasar yang dibuat dalam proses penagihan adalah faktur penjualan yang
memberitahukan pelanggan mengenai jumlah yang harus dibayar dan kemana harus
mengirimkan pembayaran. Pemeliharaan data piutang usahav Fungsi piutang usaha
yaitu menggunakan informasi dalam faktur penjualan untuk mendebit rekening
pelanggan dan mengkredit rekening tersebut ketika pembayaran diterima.
4.
Penagihan Kas
Langkah terakhir
dari siklus pendapatan adalah menerima pembayaran. Yang melakukan aktivitas ini
adlah kasir. Siklus pendapatan adalah rangkaian
aktivitas bisnis dan pemprosesan informasi yang berulang-ulang dengan
menyediakan barang atau jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai
pembayaran.
d. Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan
Informasi dari aktivitas ini antaralain :
·
Penagihan yang akurat sangat penting dan membutuhkan informasi yang mengidentifikasi
item dan kuantitas.
· Faktur penjualan memberitahukan pelanggan dari jumlah yang harus dibayar dan di mana untuk mengirim pembayaran.
· Sebuah laporan bulanan merangkum transaksi yang terjadi dan menginformasikan pelanggan dari saldo rekening mereka saat ini.
· Sebuah memo kredit kewenangan departemen penagihan untuk kredit account pelanggan.
· Persediaan, piutang dagang, dan file buku besar diperbaharui pada waktu ini.
Untuk memperoleh aliran penerimaan kas yang lebih seragam, banyak perusahaan menggunakan proses yang disebut Penagihan berdaur. Ada beberapa jenis sistem penagihan antaralain :
o Dalam sistem setelah penagihan, faktur dipersiapkan setelah confirmasi bahwa barang-barang dikirim.
o Dalam sistem pra penagihan, faktur dipersiapkan (tetapi tidak dikirim) sesegera pesanan disetujui.
· Faktur penjualan memberitahukan pelanggan dari jumlah yang harus dibayar dan di mana untuk mengirim pembayaran.
· Sebuah laporan bulanan merangkum transaksi yang terjadi dan menginformasikan pelanggan dari saldo rekening mereka saat ini.
· Sebuah memo kredit kewenangan departemen penagihan untuk kredit account pelanggan.
· Persediaan, piutang dagang, dan file buku besar diperbaharui pada waktu ini.
Untuk memperoleh aliran penerimaan kas yang lebih seragam, banyak perusahaan menggunakan proses yang disebut Penagihan berdaur. Ada beberapa jenis sistem penagihan antaralain :
o Dalam sistem setelah penagihan, faktur dipersiapkan setelah confirmasi bahwa barang-barang dikirim.
o Dalam sistem pra penagihan, faktur dipersiapkan (tetapi tidak dikirim) sesegera pesanan disetujui.
e. Metode-metode
pengurusan piutang dagang, yaitu:
o
Metode faktur terbuka,
o Metode pembayaran gabungan.
o Metode pembayaran gabungan.
f.
Cakupan Penagihan
Kas
Penagihan
Kas mencakup antara lain adalah :
-
Menangani kiriman
uang pelanggan,
-
Menyimpannya ke bank.
Bagian
yang terlibat dalam aktivitas ini adalah Kasir dan fungsi piutang dagang.
g. Kebutuhan informasi dan prosedur
SIA
didesain untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data kegiatan bisnis agar
manajemen mendapatkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Untuk
itu SIA harus menyediakan informasi operasional yang dibutuhkan untuk melakukan
fungsi-fungsi berikut ini:
· Merespons pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesanan.
· Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak.
· Menentukan ketersediaan persediaan.
· Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan.
· Menentukan harga produk dan jasa.
· Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi.
· Memilih metode untuk mengirim barang.
Kebutuhan informasi mengenai penilaian Kinerja yang seharusnya disediakan SIA antaralain :
o Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan
o Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan
o Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang
o Kepuasan pelanggan
o Analisis pangsa pasar dan tren penjualan
o Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan.
o Volume penjualan dalam dolar dan jumlah pelanggan
o Keefektifan iklan dan promosi
o Kinerja staf penjualan
o Pengeluaran piutang ragu-ragu dan kebijakan kredit
Ada pula kebutuhan Informasi yang lampau dan yang saat ini yang diperlukan agar menajemen dapat membuat keputusan strategis, antaralain :
• Menentukan harga produk dan jasa,
• Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi,
• Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan,
• Menentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek,
• Merencanakan kampanye pemasaran yang baru.
h. Pengendalian sistem informasi akuntansi
Di dalam siklus pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan berikut ini dicapai:
· Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar,
· Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi),
· Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat,
· Semua transaksi dicatat dengan akurat,
· Aset (kas, persediaan, dan data) dijaga dari kehilangan ataupun pencurian,
· Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif.
i. Ancaman dan pengendalian
Ada beberapa ancaman dan pengendaliannya pada siklus pendapatan ini, umumnya seperti :
~ Kehilangan Data,
Pengendalian untuk hal ini adalah pengendalian akses (secara fisik dan logis).
~ Kinerja yang buruk,
Pengendalian untuk hal ini adalah melakukan persiapan dan tinjauan laporan kinerja.
Pada aktivitas entri pesanan penjualan ada beberapa ancaman antaralain:
~ Pesanan pelanggan yang tidak lengkap atau tidak akurat
~ Penjualan secara kredit ke pelanggan yang memiliki catatan kredit buruk.
~ Terjadi legitimasi pesanan.
~ Habisnya persediaan, biaya penggudangan, dan pengurangan harga.
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu :
o Pemeriksaan edit entri data.
o Persetujuan kredit oleh manajer bagian kredit, bukan oleh fungsi penjualan; catatan yang akurat atas saldo rekening pelanggan.
o Tanda tangan di atas dokumen kertas, tanda tangan digital dan sertifikat digital untuk e-business.
o Sistem pengendalian persediaan.
2. Pengiriman barang
Pada aktivitas pengiriman barang ada beberapa ancaman antaralain :
~ Kesalahan jumlah barang, alamat ataupun jenis barang yang dikirim.
~ Pencurian persediaan.
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu :
o Rekonsiliasi pesanan penjualan dengan kartu pengambilan dan slip pengepakan, pemindai kode garis, pengendalian aplikasi entri data.
o Batasi akses fisik ke persediaan. Dokumentasi semua transfer internal persediaan. Perhitungan fisik persediaan secara periodik persediaan dan rekonsiliasi perhitungan dengan jumlah yang dicatat.
· Merespons pertanyaan pelanggan mengenai saldo akun dan status pesanan.
· Memutuskan apakah kredit pelanggan tertentu dapat ditambah atau tidak.
· Menentukan ketersediaan persediaan.
· Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan.
· Menentukan harga produk dan jasa.
· Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi.
· Memilih metode untuk mengirim barang.
Kebutuhan informasi mengenai penilaian Kinerja yang seharusnya disediakan SIA antaralain :
o Waktu respons terhadap pertanyaan pelanggan
o Waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi dan mengirim pesanan
o Persentase penjualan yang membutuhkan pemesanan ulang
o Kepuasan pelanggan
o Analisis pangsa pasar dan tren penjualan
o Analisis profitabilitas berdasarkan produk, pelanggan, dan area penjualan.
o Volume penjualan dalam dolar dan jumlah pelanggan
o Keefektifan iklan dan promosi
o Kinerja staf penjualan
o Pengeluaran piutang ragu-ragu dan kebijakan kredit
Ada pula kebutuhan Informasi yang lampau dan yang saat ini yang diperlukan agar menajemen dapat membuat keputusan strategis, antaralain :
• Menentukan harga produk dan jasa,
• Menetapkan kebijakan mengenai retur penjualan dan garansi,
• Memutuskan jangka waktu kredit yang ditawarkan,
• Menentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek,
• Merencanakan kampanye pemasaran yang baru.
h. Pengendalian sistem informasi akuntansi
Di dalam siklus pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan-tujuan berikut ini dicapai:
· Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar,
· Semua transaksi yang dicatat valid (benar-benar terjadi),
· Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat,
· Semua transaksi dicatat dengan akurat,
· Aset (kas, persediaan, dan data) dijaga dari kehilangan ataupun pencurian,
· Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif.
i. Ancaman dan pengendalian
Ada beberapa ancaman dan pengendaliannya pada siklus pendapatan ini, umumnya seperti :
~ Kehilangan Data,
Pengendalian untuk hal ini adalah pengendalian akses (secara fisik dan logis).
~ Kinerja yang buruk,
Pengendalian untuk hal ini adalah melakukan persiapan dan tinjauan laporan kinerja.
Pada aktivitas entri pesanan penjualan ada beberapa ancaman antaralain:
~ Pesanan pelanggan yang tidak lengkap atau tidak akurat
~ Penjualan secara kredit ke pelanggan yang memiliki catatan kredit buruk.
~ Terjadi legitimasi pesanan.
~ Habisnya persediaan, biaya penggudangan, dan pengurangan harga.
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu :
o Pemeriksaan edit entri data.
o Persetujuan kredit oleh manajer bagian kredit, bukan oleh fungsi penjualan; catatan yang akurat atas saldo rekening pelanggan.
o Tanda tangan di atas dokumen kertas, tanda tangan digital dan sertifikat digital untuk e-business.
o Sistem pengendalian persediaan.
2. Pengiriman barang
Pada aktivitas pengiriman barang ada beberapa ancaman antaralain :
~ Kesalahan jumlah barang, alamat ataupun jenis barang yang dikirim.
~ Pencurian persediaan.
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu :
o Rekonsiliasi pesanan penjualan dengan kartu pengambilan dan slip pengepakan, pemindai kode garis, pengendalian aplikasi entri data.
o Batasi akses fisik ke persediaan. Dokumentasi semua transfer internal persediaan. Perhitungan fisik persediaan secara periodik persediaan dan rekonsiliasi perhitungan dengan jumlah yang dicatat.
3.
Penagihan dan piutang usaha
Pada aktivitas penagihan dan piutang usaha ada beberapa ancaman antaralain:
~ Kegagalan untuk menagih pelanggan.
~ Kesalahan dalam penagihan.
~ Kesalahan dalam memasukkan data ketika memperbarui piutang usaha.
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu :
o Pemisahan fungsi pengiriman dan penagihan. Pemberian nomor terlebih dahulu ke semua dokumen pengiriman dan rekonsiliasi faktur secara periodik. Rekonsiliasi kartu pengambilan dan dokumen pengiriman dengan pesanan penjualan.
o Pengendalian edit entri data dan daftar harga.
o Rekonsiliasi buku pembantu piutang usaha dengan buku besar; laporan bulanan ke pelanggan
4. Penagihan kas
Pada aktivitas penagihan kas ancaman yang biasa terjadi adalah :
~ Pencurian Kas.
Hal ini dapat diatasi dengan beberapa cara, yaitu : Pemisahan tugas; minimalisasi penanganan kas; kesepakatan lockbox, konfirmasikan pengesahan dan penyimpanan semua penerimaan, Rekonsiliasi periodik laporan bank dengan catatan seseorang yang tidak terlibat dalam pemrosesan penerimaan kas.
j. Model Data Siklus Pendapatan
Resource Event Agent (REA) adalah model bagaimana sebuah sistem akuntansi dapat kembali direkayasa untuk usia komputer. REA awalnya diusulkan pada tahun 1982 oleh William E. McCarthy sebagai model akuntansi umum, dan berisi konsep sumber daya, peristiwa dan agen. REA adalah model yang populer dalam sistem informasi pengajaran akuntansi (AIS). Tapi ini jarang terjadi pada praktik bisnis-perusahaan tidak dapat dengan mudah membongkar sistem warisan mereka untuk memenuhi tuntutan radikal REA's.
Model Data REA menyediakan satu metode untuk merancang basis data yang efisien terintegrasi baik data keuangan dan operasional. Model data REA untuk siklus pendapatan perusahaan manufaktur harus mencakup informasi berikut:
- Dua sumber utama (kas dan persediaan) berguna dalam siklus pendapatan,
- Empat kegiatan bisnis besar dalam siklus pendapatan (Pesanan, memenuhi pesanan, pengiriman dan penagihan kas),
- Agen eksternal utama (pelanggan) serta agen-agen internal yang terlibat dalam kegiatan siklus pendapatan.
3.2 Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.
Pada aktivitas penagihan dan piutang usaha ada beberapa ancaman antaralain:
~ Kegagalan untuk menagih pelanggan.
~ Kesalahan dalam penagihan.
~ Kesalahan dalam memasukkan data ketika memperbarui piutang usaha.
Pengendalian yang bisa dilakukan, yaitu :
o Pemisahan fungsi pengiriman dan penagihan. Pemberian nomor terlebih dahulu ke semua dokumen pengiriman dan rekonsiliasi faktur secara periodik. Rekonsiliasi kartu pengambilan dan dokumen pengiriman dengan pesanan penjualan.
o Pengendalian edit entri data dan daftar harga.
o Rekonsiliasi buku pembantu piutang usaha dengan buku besar; laporan bulanan ke pelanggan
4. Penagihan kas
Pada aktivitas penagihan kas ancaman yang biasa terjadi adalah :
~ Pencurian Kas.
Hal ini dapat diatasi dengan beberapa cara, yaitu : Pemisahan tugas; minimalisasi penanganan kas; kesepakatan lockbox, konfirmasikan pengesahan dan penyimpanan semua penerimaan, Rekonsiliasi periodik laporan bank dengan catatan seseorang yang tidak terlibat dalam pemrosesan penerimaan kas.
j. Model Data Siklus Pendapatan
Resource Event Agent (REA) adalah model bagaimana sebuah sistem akuntansi dapat kembali direkayasa untuk usia komputer. REA awalnya diusulkan pada tahun 1982 oleh William E. McCarthy sebagai model akuntansi umum, dan berisi konsep sumber daya, peristiwa dan agen. REA adalah model yang populer dalam sistem informasi pengajaran akuntansi (AIS). Tapi ini jarang terjadi pada praktik bisnis-perusahaan tidak dapat dengan mudah membongkar sistem warisan mereka untuk memenuhi tuntutan radikal REA's.
Model Data REA menyediakan satu metode untuk merancang basis data yang efisien terintegrasi baik data keuangan dan operasional. Model data REA untuk siklus pendapatan perusahaan manufaktur harus mencakup informasi berikut:
- Dua sumber utama (kas dan persediaan) berguna dalam siklus pendapatan,
- Empat kegiatan bisnis besar dalam siklus pendapatan (Pesanan, memenuhi pesanan, pengiriman dan penagihan kas),
- Agen eksternal utama (pelanggan) serta agen-agen internal yang terlibat dalam kegiatan siklus pendapatan.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan2 tersebut. Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai. Siklus Pendapatan mempunyai 4 aktivitas dasar bisnis dalam siklus pendapatan yaitu : 1. Entri Pesanan Penjualan, 2. Pengiriman, 3. Penagihan dan Piutang Usaha, 4. Penagihan Kas
Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan2 tersebut. Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai. Siklus Pendapatan mempunyai 4 aktivitas dasar bisnis dalam siklus pendapatan yaitu : 1. Entri Pesanan Penjualan, 2. Pengiriman, 3. Penagihan dan Piutang Usaha, 4. Penagihan Kas
3.2 Saran
Menyadari bahwa penulis masih jauh dari kata sempurna, kedepannya penulis akan lebih fokus dan details dalam menjelaskan tentang makalah di atas dengan sumber - sumber yang lebih banyak yang tentunga dapat di pertanggung jawabkan.
Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan makalah yang telah di jelaskan.
Daftar Pustaka
elearning.upnjatim.ac.id
ilfen.blogspot.com

